Pada tanggal 23 Januari 2024, Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Pimpinan TNI-Polri (Rapim TNI-Polri) yang bertujuan untuk membahas kesiapan TNI-Polri dalam menghadapi tantangan global. Rapat ini dihadiri oleh para pejabat tinggi dari TNI dan Polri, termasuk Kapolri dan Panglima TNI.

Rapat ini merupakan kesempatan bagi Presiden Jokowi untuk memberikan arahan kepada TNI-Polri dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Presiden Jokowi menekankan pentingnya kesiapan TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam negeri serta menghadapi ancaman dari luar.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh TNI-Polri adalah ancaman terorisme. Presiden Jokowi menekankan pentingnya kerjasama antara TNI dan Polri dalam memerangi terorisme. Presiden juga menyoroti pentingnya peningkatan kemampuan intelijen dalam mengidentifikasi dan mencegah aksi terorisme sebelum terjadi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan TNI-Polri untuk tetap siap menghadapi ancaman dari perubahan iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan bencana alam yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, TNI-Polri harus memiliki kemampuan dalam penanggulangan bencana dan pemulihan pasca bencana.

Presiden Jokowi juga menyoroti pentingnya TNI-Polri dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di wilayah perbatasan. Wilayah perbatasan merupakan daerah yang rentan terhadap berbagai ancaman, termasuk perdagangan ilegal, penyelundupan narkoba, dan perlintasan orang secara ilegal. TNI-Polri harus bekerja sama dalam menjaga keamanan dan mengatasi berbagai ancaman di wilayah perbatasan.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya TNI-Polri dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Dalam menghadapi ancaman dari luar, TNI-Polri harus memiliki kemampuan yang memadai dalam menjaga kedaulatan laut dan udara Indonesia. Hal ini termasuk pengawasan terhadap perairan Indonesia, penegakan hukum di laut, dan penanganan konflik di perbatasan wilayah udara.

Presiden Jokowi juga menyoroti pentingnya TNI-Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan. TNI-Polri harus bekerja sama dalam menjaga kestabilan harga pangan, mengatasi kelangkaan pangan, dan melindungi petani dari ancaman yang mengganggu produksi pangan di Indonesia.

Di akhir rapat, Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada TNI-Polri atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung TNI-Polri dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan global.

Rapat Pimpinan TNI-Polri ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Dengan adanya arahan dari Presiden Jokowi, diharapkan TNI-Polri dapat terus meningkatkan kesiapan dan kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.