Manfaat daging ayam di atas bisa Anda peroleh bila diolah dengan cara yang tepat. Berikut ini adalah beberapa tips mengolah daging ayam Website yang sehat:

  • Pilihlah daging ayam segar, bukan daging ayam olahan seperti sosis.
  • Usahakan untuk selalu memilih daging ayam tanpa kulit.
  • Masak daging ayam dengan sedikit atau bahkan tanpa minyak, misalnya dengan cara ditumis, dibakar, dipanggang, atau dikukus.
  • Jika ingin digoreng, sebaiknya gunakan minyak sehat, seperti minyak zaitun atau minyak kanola.
  • Tambahkan sajian ayam dengan sayuran, nasi, dan kacang-kacangan agar kebutuhan nutrisi tercukupi dengan seimbang.

Saat memasak, pastikan daging ayam sudah matang sempurna. Pasalnya, daging ayam yang kurang matang bisa terkontaminasi bebagai bakteri penyebab penyakit, seperti Salmonella dan Campylobacter. Kedua bakteri ini bisa menyebabkan diare, demam, kram perut, mual, muntah, dan hilang nafsu makan.

Perlu Anda ingat juga bahwa daging ayam tetap mengandung lemak. Jadi, sebaiknya konsumsi daging ayam dalam batas wajar, yaitu tidak lebih dari 85 gram per sekali makan.

Jika Anda ingin memperoleh manfaat daging ayam serta menentukan porsi yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Bila perlu, tanyakan pula pola makan seperti apa yang baik untuk menjaga kesehatan Anda.

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Memasak Ayam Broiler

Jangan cuci ayam broiler mentah. Soalnya kalau cuci daging mentah, kita nggak bakal sadar kalau air cucian yang mengangkut bakteri dari daging tersebut akan terciprat ke mana-mana. Hal ini tentu akan membuat kita rentan terinfeksi bakteri. Selain itu juga harus pisahkan peralatan masak. Pastikan pisau dan talenan yang digunakan untuk memotong ayam berbeda dengan yang digunakan untuk bahan makanan lain, seperti sayuran dan buah. Langkah selanjutnya jangan lupa ya untuk memasak ayam dalam suhu yang tepat. Ayam harus dimasak hingga matang sempurna agar semua bakteri mati. Namun tergantung besarnya ayam, lama waktu dan suhu api selama proses memasak bisa berbeda. Sederhananya, jika pisau bisa menembus daging ayam dengan mudah, tandanya ayam sudah matang. Nah, setelah mengetahui langkah yang tepat saat memasak ayam broiler, bisa cobain nih resep masak Ayam Goreng Mentega yang cocok disantap bareng keluarga.

Bahan:

– 400 gr ayam fillet, potong-potong – 1 butir telur – 8 sdm terigu – 1/2 sdm maizena – Lada – Garam secukupnya

 Saus:

– 1 buah bombay – 1/2 sdm Blueband – 8 sdm kecap Inggris – 2 sdm kecap manis – 2 sdm saus tomat – 2 sdm saus tiram – 1/2 sdm gula

 Cara membuat:

  1. Campur ayam, telur, tepung, goreng sampai matang, sisihkan.
  2. Campur semua bahan saus, kecuali bombay dan Blueband.
  3. Tumis bombay dengan Blueband, masukkan saus, siap sajikan.
Selamat mencoba, Jangan lupa untuk segera mencuci peralatan makan dan alat masak setelah memasak ayam broiler ya!

Mengetahui Kandungan Sumber Nutrisi Paha Ayam dan Dada Ayam

Protein

Daging ayam terkenal sebagai penyedia protein yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tingginya sumber protein hewani pada daging ayam membuat daging ini dapat memberikan banyak sekali manfaat untuk tubuh manusia, salah satunya yaitu dapat membantu membentuk massa otot.

Secara spesifik, pada 100 gram paha atas ayam tanpa kulit dan tulang terdapat 26 gram protein, sedangkan pada 100 gram paha bawah tanpa kulit dan tulang terdapat 28 gram protein.

Dengan demikian, sumber nutrisi protein pada 100 gram bagian paha ayam tanpa kulit dan tulang berjumlah sekitar 27 gram.

Di sisi lain, terdapat 31 gram kandungan nutrisi protein pada bagian dada ayam tanpa kulit dan tulang.

Faktanya, bagian inilah yang memiliki kandungan protein paling banyak daripada bagian-bagian daging ayam lainnya. Hal ini pula yang membuat dada ayam populer dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang ingin membentuk massa otot.

 Kalori

Informasi selanjutnya yaitu mengenai perbedaan kandungan sumber nutrisi kalori pada bagian paha ayam dan dada ayam. Hal ini penting diketahui terutama oleh teman-teman yang sedang menjalankan diet.

Pada 100 gram paha ayam tanpa kulit dan tulang secara keseluruhan terkandung sekitar 190 kalori.

Untuk lebih spesifik, terdapat sejumlah 209 kalori pada 100 gram paha atas tanpa kulit dan tulang, yang mana 53%-nya berasal dari protein dan 47% sisanya berasal dari lemak.

Kemudian, pada 100 gram paha bawah tanpa kulit dan tulang terkandung sejumlah 172 kalori, yang 70%-nya berasal dari protein, dan 30% sisanya berasal dari lemak.

Selanjutnya, pada 100 gram dada ayam tanpa kulit dan tulang terdapat kandungan 165 kalori. 80% kalori pada dada ayam berasal dari protein, dan 20% berasal dari lemak. Kandungan kalori yang rendah ini membuat daging dada ayam populer di kalangan para pecinta diet yang ingin menurunkan berat badan.

Jumlah kalori yang telah kami sebutkan berlaku untuk daging paha dan dada ayam tanpa kulit dan tulang. Kemudian, bagaimana kandungan kalori kedua bagian tersebut termasuk dengan bagian kulitnya?

Faktanya, kulit ayam memiliki kandungan sumber nutrisi kalori yang sangat tinggi. Terdapat kandungan 278 kalori pada 100 gram paha ayam dengan kulit dan 261 kalori pada 100 gram dada ayam dengan kulit. Jumlah ini meningkat sangat drastis apabila kita bandingkan dengan jumlah kalori paha dan dada ayam tanpa kulit.

Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyarankan untuk tidak mengonsumsi bagian kulit agar proses diet dapat berjalan dengan maksimal.

Lemak

Terdapat kandungan lemak yang lebih banyak pada bagian paha ayam daripada dada ayam.

Pada 100 gram paha ayam tanpa kulit dan tulang terdapat kandungan lemak sejumlah 8 gram dan lemak jenuh sejumlah 2,3 gram, sedangkan terdapat 3,6 gram kandungan lemak dan 1 gram kandungan lemak jenuh pada dada ayam tanpa kulit dan tulang.

Perbedaan yang cukup signifikan, bukan?

Konsumsi lemak jenuh penting untuk diperhatikan, karena jenis lemak ini cenderung dapat mengendap di pembuluh darah dan menyebabkan penyakit.

Para ahli kesehatan menyarankan untuk tidak mengonsumsi lemak jenuh lebih dari 20 gram untuk wanita, dan tidak lebih dari 30 gram untuk pria.

Ada baiknya untuk mengonsumsi makanan dengan jumlah kandungan lemak jenuh sesedikit mungkin untuk menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit.

 Kolesterol

Selanjutnya, penting untuk mengetahui kandungan sumber nutrisi kolesterol pada daging paha dan dada ayam.

Terdapat sejumlah 135 mg kolesterol pada 100 gram paha ayam tanpa kulit dan tulang dan 85 mg kolesterol pada 100 gram dada ayam tanpa kulit dan tulang.

Kolesterol memang termasuk sumber nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk membangun sel-sel baru, proses pencernaan, produksi hormon, serta pembentukan vitamin D.

Meskipun begitu, sangatlah penting untuk mengontrol asupan kolesterol agar kadar kolesterol tidak terlalu tinggi karena kondisi ini dapat menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasi.

 Natrium

Natrium merupakan mineral yang memiliki peranan dalam kerja otot dan saraf, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, serta menjaga tekanan darah. Kandungan ini dapat memberikan manfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi dengan seimbang.

Namun, jika kita mengonsumsi natrium dengan jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka dapat berakibat terhadap munculnya berbagai penyakit seperti diabetes, gagal ginjal, jantung, dan sebagainya.

Pada daging paha ayam, terdapat 87 mg kandungan natrium. Di sisi lain, terdapat 74 mg kandungan natrium pada daging dada ayam.

Dengan demikian, bagian paha ayam mengandung lebih banyak natrium daripada dada ayam.